Minggu, 17 Juli 2022
SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Memahami Sistem
Pencernaan Manusia
Di dalam tubuh, proses pengolahan makanan menjadi energi sangat
bergantung pada sistem pencernaan manusia. Sistem ini tergolong kompleks,
karena tubuh juga akan menyerap hasilnya untuk pertumbuhan dan perbaikan sel
demi kelangsungan hidup manusia.
Sistem
pencernaan manusia memungkinkan kita memperoleh nutrisi dan energi dari
berbagai jenis makanan atau minuman. Keduanya diperlukan dalam proses metabolisme, perbaikan
sel dan jaringan tubuh, serta menunjang aktivitas sehari-hari, seperti
bergerak, bernapas, belajar, dan bekerja.

Tak
hanya nutrisi dan energi, sistem pencernaan manusia juga menghasilkan limbah
yang akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk tinja (feses).
Organ-Organ dalam Sistem
Pencernaan Manusia
Agar
bisa diubah menjadi energi dan berbagai macam nutrisi, seperti asam amino,
glukosa, dan asam lemak, makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh perlu
diproses terlebih dahulu.
Berikut
ini adalah beberapa organ tubuh pada sistem pencernaan manusia yang akan
mengubah makanan menjadi energi dan nutrisi serta mengeluarkan zat sisa:
1. Mulut
Proses
pencernaan manusia dimulai dari makanan digigit, dikunyah, dan dihaluskan di
dalam mulut. Makanan yang bercampur dengan air liur akan dipecah menjadi potongan yang lebih
kecil oleh gigi, sehingga menjadi lunak dan mudah ditelan.
Lidah pun berperan dalam mencampur makanan
dengan air liur, mengarahkan makanan di dalam mulut agar tergigit secara merata
oleh gigi, dan kemudian mendorongnya ke dalam kerongkongan untuk ditelan.
2. Kerongkongan
(esofagus)
Dalam
proses menelan makanan, organ sistem pencernaan manusia yang berperan adalah
kerongkongan (esofagus). Kerongkongan merupakan saluran yang memiliki panjang
sekitar 25 cm dan berfungsi menyalurkan makanan dan minuman dari mulut ke dalam
lambung.
Di
saluran ini terdapat otot berbentuk cincin yang disebut lower
esophagael sphincter. Otot ini berfungsi untuk memastikan makanan atau
minuman yang sudah mencapai lambung tidak kembali naik ke kerongkongan atau
mulut.
3. Lambung
Setelah
menerima makanan dan minuman, lambung akan mengeluarkan zat asam dan enzim untuk
melanjutkan proses pencernaan. Makanan yang masuk ke lambung ini diolah menjadi
cairan pekat atau berupa pasta, dan selanjutnya akan didorong menuju usus
halus.
Selain
memecah makanan, lambung juga akan membunuh mikroorganisme yang mungkin
terdapat pada makanan atau minuman.
4. Pankreas
Dalam
sistem pencernaan manusia, pankreas menghasilkan enzim yang bertugas untuk
memecah nutrisi, seperti enzim lipase, protease, dan amilase. Enzim-enzim
tersebut akan dilepaskan oleh pankreas dan ikut
bercampur dengan enzim pencernaan dari lambung.
Enzim
lipase berfungsi untuk mencena lemak menjadi asam lemak, protease untuk
mencerna protein menjadi asam amino, sedangkan
amilase untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa.
5. Kantung empedu
Hati
atau liver merupakan penghasil cairan empedu yang peranannya sangat penting
dalam sistem pencernaan manusia, yaitu memecah lemak menjadi asam lemak.
Cairan
empedu ini terdiri dari kolesterol, garam empedu, bilirubin, air, serta mineral, seperti kalium dan
natrium, yang disimpan di dalam kantung empedu. Ketika proses pencernaan
makanan berlangsung, cairan empedu akan dialirkan ke dalam usus halus.
6. Usus halus
Makanan
yang sudah menjadi pasta atau kimus (chyme) di dalam lambung akan
didorong ke usus halus dengan gerakan peristaltik usus. Di usus halus, makanan
akan dipecah lebih lanjut dengan bantuan enzim dari pankreas dan cairan empedu
yang dihasilkan oleh hati.
Usus
halus sendiri terdiri atas 3 bagian, yaitu duodenum (usus 12 jari), jejunum
(usus kosong), dan ileum (bagian terakhir dari usus halus). Duodenum
bertanggung jawab untuk melanjutkan proses pemecahan makanan, sedangkan jejunum
dan ileum bertanggung jawab untuk proses penyerapan
nutrisi ke dalam aliran
darah.
7. Usus besar
Setelah
nutrisi diserap oleh tubuh, semua makanan yang diproses dalam sistem pencernaan
manusia akan meninggalkan sisa atau limbah yang disebut tinja (feses). Usus
besar akan mendorong limbah makanan tersebut ke dalam rektum, yaitu perhentian
terakhir pada saluran pencernaan.
Proses
pengolahan dan pencernaan makanan hingga menjadi tinja umumnya memerlukan waktu
kurang lebih 30–40 jam. Ketika rektum sudah terisi penuh dan tinja di dalamnya
siap dikeluarkan melalui anus, Anda akan merasakan mulas dan muncul dorongan
untuk buang air besar.
Selain
mengeluarkan tinja, usus besar juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan
dan elektrolit dalam tubuh.
Cara Menjaga Kesehatan
Sistem Pencernaan
Beragam
penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia, seperti maag, penyakit asam lambung, diare, sembelit, penyakit Crohn, atau wasir, bisa terjadi jika kesehatan saluran
cerna tidak terjaga.
Gangguan sistem pencernaan ini dapat menyebabkan proses penyerapan
nutrisi di dalam tubuh terganggu, sehingga meningkatkan risiko terjadinya
malnutrisi atau kekurangan gizi.
Oleh
karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan melakukan
beberapa tips berikut ini:
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari
- Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti
buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
- Batasi konsumsi minuman beralkohol
- Hentikan kebiasaan merokok
- Batasi konsumsi makanan berkolesterol tinggi
- Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter
Menjaga
kesehatan sistem pencernaan manusia merupakan hal yang harus Anda lakukan mulai
dari sekarang. Berkat kerja sistem organ ini,
Anda memperoleh nutrisi dan energi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar
cara kerja sistem pencernaan manusia atau mengalami gejala gangguan pencernaan,
seperti diare, mual, muntah, dan BAB berdarah, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter.
Identitas Pemilik Blog
Nama : Andra Rama
Kelas : 9E
No Absen : 33
Mapel : Informatika
-
Blog ini milik Andra dengan isi konten mengenai pelajaran Informatika Kelas 9E SMP Negeri 1 Purworejo Nama : Andra Rama Kelas : 9E No Absen ...
-
Memahami Sistem Pencernaan Manusia Di dalam tubuh, proses pengolahan makanan menjadi energi sangat bergantung pada sistem pencerna...
